Home |
     

 

 

 

 

 

 





Sejak Rabu, 3 Januari 2007, bertepatan dengan bulan Purnama, sejarah baru industri surat kabar telah terjadi. Bisnis Jakarta, sebuah koran dengan moto: Detak Jantung Metropolis telah terbit. Dengan hadir ukuran kompak, logo tugu Monas dengan pancaran sinar yang mensejahterakan dengan penuh kedamaian serta burung Garuda terbang di atas Monas dengan membawa pena emas sebagai simbol tugas dan kewajiban bahwa koran Bisnis Jakarta sebagai media pers mulai memperjuangkan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia melalui pena emasnya!

Era baru free newspaper yang telah mulai dilakukan industri surat kabar dunia untuk pertama kalinya dilakukan Satria Naradha, seorang wartawan generasi penerus pejuang pers Republik ini yang saat ini telah 26 tahun menjadi wartawan dan penerbit surat kabar. Dia menerbitkan Bisnis Jakarta melalui PT. Bisnis Media Nusantara. Diawali sebagai wartawan Bali Post, kemudian kini ia menjadi pimpinan (CEO) di Kelompok Media Bali Post. Dia adalah generasi muda wartawan Indonesia, meneruskan perjuangan generasi perintis seperti K Nadha ayahnya pendiri koran Bali Post yang terbit pertama kali tahun 1948.

Saat ini Satria Naradha juga menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Serikat Penerbit Surat Kabar Pusat dan terpilih sebagai anggota Dewan Pers periode 2006-2008. Juga sebagai Ketua Asosiasi Televisi Lokal Indonesia, karena dia termasuk pelopor atas keberadaan televisi lokal di Indonesia dengan mendirikan Bali TV, kemudian membidani kelahiran beberapa televisi lokal mulai dari Jogja TV, Bandung TV, Cakra Semarang TV, Sriwijaya TV Palembang, Surabaya TV, Balikpapan TV sampai Aceh TV. Kalau kemudian dia menerbitkan koran di Jakarta, semuanya adalah dengan dasar agar perjuangan pers dan wartawan dapat terus dilakukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan tujuan akhir Indonesia Jaya.

Format yang kompak dengan ukuran 69.50 berwarna, Bisnis Jakarta enam bulan pertama dengan 30.000 eksemplar disebar kepada pembaca terpilih: kosmopolitan dan sangat urban dan menyasar pembaca muda pekerja. Karena itu Bisnis Jakarta akan beredar di Pusat Perkantoran, Perdagangan, Bandara, transportasi umum, hotel, rumah makan dengan tetap memilih profile pembaca yang hendak dibangun yaitu klas A, B, C dan D. Jumlah koran ini akan beredar mencapai 80.000 eksemplar pada akhir tahun 2007 dan jumlah halaman akan berkembang menjadi 16 halaman dari 12 halaman pada saat terbit perdana.

Isinya pun disesuaikan dengan sasaran: Detak Jantung Metropolis yang sangat kosmopolis. Karena semua berita disajikan dengan ringkas: mulai dari kriminal Jakarta, masalah sosial dan segala aspek kehidupan kaum urban, dan juga tentang perkembangan Indonesia, globalisasi sampai kepada trend kehidupan, teknologi, strip kartun serta hiburan. Tentunya kata Bisnis tidak dikonotasikan dengan koran ekonomi dengan grafik dan hitungan angka-angka. Tentunya kaum metropolis setuju bahwa kata Bisnis adalah usaha dan segala aktivitas warga metro Jakarta yang dinamis dalam segala aspek lebih metropolis dan trendi membaca sebuah koran dengan kop Bisnis! Bisnis Jakarta adalah media baru kaum metropolitan. Dengan terobosan free newspaper di tempat umum dan sasaran pembaca terpilih akan tercapai, target market produk iklan yang diiklankan pun tercapai.

Di tengah situasi tidak berkembangnya jumlah pembaca surat kabar akibat keterbatasan waktu membaca dan kebiasaan membaca yang rendah, serta biaya yang semakin tinggi untuk pembelian sebuah surat kabar di seluruh dunia, tampaknya ini adalah sebuah terobosan dan era baru sejarah persuratkabaran di Indonesia. Pilihannya adalah kami mengajak Anda bersama kami untuk sebuah kemajuan bangsa Indonesia. Harus dan memang dimulai dari kembali bersinarnya dan harumnya tugu Monas dari Jakarta. Tentunya dengan peningkatan minat baca dan pembaca baru yang didukung oleh para pengusaha dan semua lapisan masyarakat, kita berharap seluruh komponen masyarakat dan bangsa dapat memanfaatkan media ini sebagai suluh Nusantara suluh bangsa Indonesia
! Merdeka! Merdeka! Merdeka! Merdeka! Merdeka!
 

 

 
 


 

 

 

     

Best Preview : 1024 x 768 pixel
@Copyright 2007 Bisnis-jakarta.com. All rights reserved.

Home