Home |
     

 

 

 

 

 

 
 
Ada 2 User Sedang Online

Abaikan Gejolak Ekonomi

[Senin, 11 Agustus 2008 08:50:42 AM, Bisnis-Jakarta]
JAKARTA - Sektor bisnis furnitur menengah atas (premium) diyakini tetap mampu eksis, kendati gejolak kurs dan moneter pernah mendera Indonesia. Rata-rata pertumbuhan penjualan produk selama kurun waktu 10 tahun terakhir minimal 10 persen. Marketing Director PT Duta Abadi Primantara Budi Kurmawardi, selaku pemegang lisensi matras tidur -King Koil-dari Amerika Serikat (AS) tetap meyakini mampu menjaga pangsa pasar bisnis furnitur kelas premium di Indonesia. Bahkan, manajemen optimis mampu meningkatkan penjualan produk pada tahun ini melebihi 30 persen. Ditambahkan,keyakinan itu merujuk riset yang menunjukan pertumbuhan kinerja penjualan yang cukup baik dari tahun ke tahun. Tahun ini, manajemen memprediksikan mampu meningkatkan penjualan matras tempat tidur melebihi 1.000 unit dibandingkan tahun lalu sebesar 700 unit. “Kita optimisnya mampu meningkatkan penjualan tahun 2008 hingga 30 persen,” ujar Budi kepada wartawan di sela-sela peluncuran dua tipe matras terbarunya King Koil Princess Elizabeth Embrace, Princess Anna Embrace dan Princess Sophia Embrace di Jakarta, kemarin. Budi menambahkan, kehadiran produk matras tidur King-Koil di Indonesia sejak 1998 awal Indonesia mengalami krisis moneter ekonomi. Namun, faktanya, brand King Koil tetap diterima pasar. Hal itu tidak lain dari strategi manajemen yang memposisikan King Koil segmentasi pada kelas premium. “Segmentasi pasar premium tidak sensitif terhadap gejolak harga.Namun, lebih dari itu, segmen ini lebih menitikberatkan pada kenyamanan serta kepuasan. Tidak semata-mata memenuhi aspek fungsional,” katanya. Karena itu, manajemen tetap optimis brand King Koil mampu memimpin pasar bisnis matras tidur di Indonesia antara 45-50 persen. Setidaknya terdapat tujuh kompetitor yang terjun di bisnis sejenis di tanah air. Budi menambahkan, pihaknya juga mengekspor matras ini ke beberapa negara seperti China, Jepang dan Guam. Meski diakui, pencapaiannya masih di bawah 10 persen dari total penjualan. Ini tidak lain karena pasar ekspor bukanlah strategi pemasaran utama. Pemasaran ekspor baru dilakukan atas permintaan dari buyer negara pembeli. Namun, segmentasi pasar yang dibidik pun tetap kelas premium. Mengenai ketiga produk matras terbaru King Koil, Budi menuturkan, dirancang khusus untuk memanjakan tidur. Permukaan kontak yang lebih luas dapat menopang sempurna posisi tidur tanpa tekanan berlebih pada tubuh. Struktur matras dengan system open cell memungkinkan sirkulasi lebih lancar. (ind)


 
 




Untitled Document
BJ Polling
Bagaimana menurut anda isi koran Bisnis Jakarta
Bagus
Biasa
Jelek
Tidak tahu


Lihat Hasil
Version 2.04

 


 

 

 

     

Best Preview : 1024 x 768 pixel
@Copyright 2007 Bisnis-jakarta.com. All rights reserved.

Home