Home |
     

 

 

 

 

 

 
 
Ada 3 User Sedang Online

Pemerintah ‘Suntik’ Merpati

[Selasa, 05 Agustus 2008 08:55:32 AM, Bisnis-Jakarta]
JAKARTA - Pemerintah segera menyuntik PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) sekitar Rp 300-350 milyar yang antara lain digunakan untuk restrukturisasi utang termasuk program pengurangan karyawan (lay-off). Menurut seorang sumber di Kantor Kementerian BUMN, di Jakarta, kemarin, dari suntikan dana tersebut sebanyak Rp 200 milyar akan digunakan untuk membayar pesangon karyawan. “Suntikan dana sekitar Rp 300 milyar hingga Rp 350 milyar telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan sumber tersebut, dana pesangon akan dikucurkan sebelum hari raya Lebaran 2008 atau sekitar September akhir. Sementara itu Staf Khusus Menneg BUMN Alexander Rusli menyebutkan, penyelamatan Merpati telah menjadi keputusan pemerintah seperti pernah diungkapkan Wapres Jusuf Kalla. Merpati harus tetap beroperasi dengan mengembangkan rute penerbangan ke wilayah Indonesia bagian timur.

“Saat bertemu dengan Wapres sudah diputuskan, tinggal pelaksanaannya saja. Masalah karyawan harus ditemukan solusinya,” kata Alex. Saat ini pemerintah sedang menyiapkan opsi menyeluruh terkait dengan kondisi keuangan Merpati yang kian kritis, termasuk dengan cara penjualan saham strategis. Menneg BUMN Sofyan Djalil menjelaskan, pemerintah ingin opsi yang menyeluruh, tidak sepotong-potong.

“Intinya, ingin Merpati segera selesai. Segera sehat. Opsinya bermuara pada kondisi misalnya, arus kas menjadi positif, tidak seperti sekarang yang negatif,” kata Sofyan tanpa merinci opsi yang dimaksud. Menurut Alex, salah satu fokus menyelesaikan krisis di Merpati adalah dengan mengurangi jumlah karyawan.

“Merpati itu terlalu banyak orang (karyawan), jadi perlu ada pengurangan,” ujarnya. Selain mengurangi karyawan, pemerintah juga menyiapkan opsi pelepasan saham melalui pasar sekunder atau mencari mitra strategis. “Bisa (pelepasan saham—red), tetapi tidak untuk di saat ini, karena kondisi perusahaan benarbenar dalam darurat,” katanya.

Hingga pertengahan 2007, Merpati dilaporkan memiliki utang Rp 1,8 trilyun yang sedang dalam proses negosiasi dengan para kreditornya, sementara total aset BUMN penerbangan itu tidak sampai Rp 1 trilyun. Merpati sendiri pada tahun 2007 telah mendapat dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 450 milyar yang digunakan untuk revitalisasi armada Rp 150 milyar, restrukturisasi utang Rp180 miliar dan biaya SDM Rp 120 milyar. (ant)


 
 




Untitled Document
BJ Polling
Bagaimana menurut anda isi koran Bisnis Jakarta
Bagus
Biasa
Jelek
Tidak tahu


Lihat Hasil
Version 2.04

 


 

 

 

     

Best Preview : 1024 x 768 pixel
@Copyright 2007 Bisnis-jakarta.com. All rights reserved.

Home